Posts

Sekolah Tipu-Tipu: Ijazah Palsu di Tengah Masyarakat Pintar Instan

 Sekolah tipu-tipu dengan produk utamanya berupa ijazah palsu merupakan refleksi dari budaya serba instan yang merasuki berbagai aspek kehidupan masyarakat modern. Dalam situasi di mana capaian lebih penting daripada proses, keabsahan lebih dikedepankan daripada kapasitas, dan simbol formal lebih dihargai daripada substansi intelektual, ijazah tak lagi dipandang sebagai bukti proses belajar yang jujur dan bermakna, melainkan sebagai tiket menuju legitimasi sosial dan ekonomi. Masyarakat yang terobsesi pada status dan pengakuan ini menciptakan permintaan yang subur bagi munculnya lembaga-lembaga pendidikan palsu, yang menjual ilusi kesuksesan akademik tanpa perlu belajar, membaca, apalagi berpikir. Kemunculan sekolah-sekolah tipu-tipu tidak berdiri sendiri. Ia terhubung langsung dengan budaya birokrasi yang kaku dan sering kali menjadikan ijazah sebagai satu-satunya tolok ukur kecakapan. Dalam sistem yang tidak memberikan ruang bagi pembuktian kemampuan secara praktis dan otentik, ...

Ijazah Palsu, Cermin Retak Dunia Pendidikan Kita

Fenomena ijazah palsu yang kian mencuat ke permukaan bukan sekadar masalah administratif atau hukum semata, melainkan sebuah refleksi yang mengkhawatirkan dari retaknya integritas dunia pendidikan kita. Ijazah, yang seharusnya menjadi simbol perjalanan panjang menuntut ilmu, kini telah direduksi menjadi selembar kertas yang bisa dipalsukan demi meraih status sosial, posisi jabatan, atau sekadar gengsi. Realitas ini menampar wajah pendidikan yang selama ini diagungkan sebagai pilar peradaban dan mobilitas sosial. Bagaimana mungkin sebuah sistem yang mendidik moral dan integritas, justru menjadi ladang subur bagi praktik-praktik manipulatif? Masalah ijazah palsu tidak berdiri sendiri; ia tumbuh dalam tanah yang dipenuhi oleh tekanan sosial, ekonomi, dan budaya prestise. Masyarakat menempatkan ijazah lebih tinggi daripada pengetahuan itu sendiri. Gelar sarjana, master, atau doktor menjadi penentu utama kesuksesan, terlepas dari apakah pemiliknya benar-benar memiliki kompetensi yang setar...

A History Of Historical Writing (Sebuah Sejarah Penulisan)

Sejarah Berikut adalah poin utama yang telah kita berusaha untuk membangun sejauh dalam bab ini: Sejarah baru lebih dari konsepsi baru tentang ruang lingkup dan tujuan sejarah. Ini membawa dengan itu kewajiban dari jenis yang jauh lebih mendalam dan beragam dari persiapan untuk karir sejarawan. Hal ini baru di tingkat yang lebih luas dimana pandangan yang lebih luas dari sejarah telah diterima, dalam pengakuan pentingnya ilmu-ilmu sosial dalam pelatihan sejarawan, dan dalam penaklukan sejarah dengan titik genetik pandang berasal dari ahli biologi dan filsuf evolusi. Ke saat ini eksponen dari sejarah baru telah merasa perlu untuk terlibat dalam kampanye propaganda gigih dan pendidikan, terkait terutama dengan nama-nama Lamprecht, Berr, Robinson, teggart dan Marvin. Mereka kini pasti menang dan selanjutnya dapat berkonsentrasi energi mereka pada penyempurnaan dasar sejarah baru dan setelah memberikan untuk trainning dari orang-orang yang akan kompeten untuk berlatih sejarah baru...

GERAKAN SOSIAL DI SULAWESI TENGGARA, 1906-1942

Rahman Abidin 2014131017 LA ODE RABANI ABSTRACT Gerakan pada periode 1906-1942 berawal dari intervensi pemerintah kolonial belanda pada sumber pendapatan ekonomi penduduk yang kemudian menimbulkan gejolak sosial yang ditandai dengan adanya penentangan dan konflik terbuka antara belanda dan penduduk pribumi sulawesi tenggara. Pemungunatan pajak kepala, pengurangan lahan ekonomi penguasa tradisional seperti pajak/bea pelabuhan, cukai tembakau, pajak ekspor impor, dan sebagainya telah menimbulkan keresahan baik pada tingkat penguasa tradisional maupun pada tingkat rakyat bawah yang senatiasa menjadi objek pajak. Perlawanan penduduk lokal itu menunjukkan adanya penolakan yang kuat terhadap eksistensi ekonomi yang telah berlangsung pada tingkat pribumi, meskipun dilakukan oleh penguasa setempat (kesultanan) buton sekalipun. Dengan demikian, dapat di pahami bahwa gerakan sosial terjadi buakan hanya disebabkan oleh faktor politik tetapi juga karena faktor ekonomi yang ter...

Perkembangan Peradaban Priyayi

Rahman Abidin 2014131017 Priyayi merupakan identitas yang membedakan sosial-kultural seseorang. menurut para ahli Van Niel priyayi merupakan pejabat-pejabat administrasi kolonial Belanda, sedangkan Palmier asal keturunan itu menjadi asal keturunan unsur kepriayian menentukan. Dalam membedakan priyayi di jawa priyayi di bedakan 2 priyayi luhur dan priyayi cilik. Priyayi luhur priyayi yang sebenarnya dan dapat di lihat dari jabatan ayahnya asal keturunan ibunya dan asal keturunan istrinya sedangkan priyayi kecil ialah priyayi karena jabatan pada atministrasi pemerintahan. Perbedaaannya dapat di lihat dari rumah tempat tinggalnya, pakaiannya dan gaya hidupnya. Peradaban priyayi berkembang pada abad ke 19 yang mana memuncaknya kekuasaan pemerintah Kolonial sampai keruntuhannhya, bersama perkembangan itu terjadilah proses modernisasi yang menuntut adaptasi dari masyarakat jawa. Proses adaptasi masa transisi dari masyarakat tradisional ke modern. Telah terjadi penuh den...