Sekolah Tipu-Tipu: Ijazah Palsu di Tengah Masyarakat Pintar Instan
Sekolah tipu-tipu dengan produk utamanya berupa ijazah palsu merupakan refleksi dari budaya serba instan yang merasuki berbagai aspek kehidupan masyarakat modern. Dalam situasi di mana capaian lebih penting daripada proses, keabsahan lebih dikedepankan daripada kapasitas, dan simbol formal lebih dihargai daripada substansi intelektual, ijazah tak lagi dipandang sebagai bukti proses belajar yang jujur dan bermakna, melainkan sebagai tiket menuju legitimasi sosial dan ekonomi. Masyarakat yang terobsesi pada status dan pengakuan ini menciptakan permintaan yang subur bagi munculnya lembaga-lembaga pendidikan palsu, yang menjual ilusi kesuksesan akademik tanpa perlu belajar, membaca, apalagi berpikir. Kemunculan sekolah-sekolah tipu-tipu tidak berdiri sendiri. Ia terhubung langsung dengan budaya birokrasi yang kaku dan sering kali menjadikan ijazah sebagai satu-satunya tolok ukur kecakapan. Dalam sistem yang tidak memberikan ruang bagi pembuktian kemampuan secara praktis dan otentik, ...